12 May 2009

Kesaksian Orang Kristen di Cina

KEADAAN YANG BURUK DI PENJARA

Ruth duduk di atas lantai yang kotor. Perasaannya dipenuhi keinginan untuk memberontak karena bau busuk yang begitu menyengat dan meliputi udara di dalam sel. Ruth tidak bisa mengingat bau benda apa yang lebih busuk dari bau ruangan ini. Di dalam sel ini tidak ada toilet, bahkan tidak ada satu lubang kecil untuk pembuangan kotoran. Sedikitpun tidak tersedia air di tempat itu. Di Cina, khususnya selama masa kebrutalan revolusi kebudayaan, para tahanan benar-benar tidak diperhatikan.

Ruth bisa merasakan binatang-binatang kecil merayapi tubuhnya seperti laba-laba, kecoa, dan tikus. Nyamuk-nyamuk yang haus akan darah berdesingan di mana-mana. Kegelapan meliputi tempat itu. Begitu gelapnya sampai Ruth tidak bisa melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Pikirannya sedang melamunkan tiga orang anaknya, Daniel 10 tahun, Joseph 8 tahun, dan Mary 5 tahun, yang ditinggal sendirian di rumah. Ruth bersama dengan suaminya, Michael, telah ditawan dan dimasukkan ke dalam sel tahanan.

TRAGEDI YANG MENGENASKAN
Dalam kegelapan itu, tiba-tiba ada suara seorang teman yang bertanya, "Apakah kamu punya anak?" Mendengar pertanyaan yang seakan-akan mengerti pikiran dan perasaannya, Ruth menjawab, "Ya, ada tiga orang. Sebenarnya saya telah melahirkan empat orang anak, namun seorang di antaranya telah mati." "Apa yang terjadi?" Ruth tidak bisa menjawab. Untuk sesaat air matanya menglir membasahi pipinya. "Tuhan, tolonglah aku untuk mempermuliakan Engkau dalam segala sesuatu," dia berdoa.

Akhirnya dia mulai menceritakan kisah tragis yang menimpa anaknya ini. Dengan suara pilu dia berkata, "Peter," Ruth menyebut nama anaknya ini, "Tiga tahun yang lalu ketika dia berumur 11 tahun, rumah kami digeledah dan didatangi oleh Tentara Merah (Red Guards). Ada beratus-ratus orang yang datang dan memeriksa tempat kami. Mereka telah mengetahui bahwa saya dan suami saya adalah seorang pemimpin dari banyak 'gereja rumah' di daerah itu. Mereka menendang roboh pintu rumah kami, mengikat suami saya dan menggunduli kepala kami berdua. Mereka menodongkan senjata di atas kepala kami dan berteriak, "Di mana Alkitabmu? Di mana rekan-rekan yang bersamamu? Di mana kamu melakukan pertemuan?" Karena kami menolak untuk menjawab, mereka mulai menghancurkan perabot-perabot rumah kami dan seisi rumah kami diporak-porandakan. Untuk tiga hari tiga malam kami tidak diizinkan makan, minum, atau tidur. Mereka melihat empat orang anak kami dan mereka membariskan mereka di atas bangku. Ketika anak kami kelelahan, mereka memukuli anak-anak kami dan memerintahkan untuk terus berdiri di atas bangku. Karena saya dan suami saya tidak mau menajwab saat ditanyai, maka Tentara Merah mulai menginterogasi anak-anak kami. Tetapi anak-anak kami juga menolak untuk bekerja sama. Mereka mengetahui bahwa hidup atau mati, mereka harus mengakui nama Tuhan Yesus dan jangan pernah menyebutkan nama atau identitas rekan-rekan pekerja Kristen yang lain. Dengan kasar mereka mulai memukuli anak kami lagi. Peter diseret keluar rumah dan giginya mulai dicabuti. Dia dipukuli hingga berdarah. Akhirnya mereka melemparkan dan meninggalkan tubuhnya yang sudah lumpuh di atas lantai. Suami saya dibawa dan dipekerjakan secara paksa di kamp militer pekerja berat. Saya segera membawa Peter ke rumah sakit. Dokter mengatakan tidak ada harapan karena anak ini telah banyak mengeluarkan darah. Saya dieberitahu untuk mempersiapkan pemakaman baginya. Mereka juga telah memberikan surat-surat yang diperlukan untuk proses pemakaman. Pihak yang berwenang mengizinkan suami saya untuk meninggalkan kamp kerja paksa untuk sesaat dan menjenguk Peter di saat menit-menit terakhir sebelum Peter dijemput Tuhan. Ketika melihat ayahnya datang, Peter sangat gembira. "Ayah dan ibu," katanya, "Banyak orang yang mengenakan jubah hitam saat mereka mati, tetapi saya ingin berpakaian jubah putih, supaya saya kelihatan indah saat bertemu dengan Tuhan Yesus." Kami menangis dan sangat berduka karena dia. Dan kami berdoa bersama-sama supaya nama Allah dipermuliakan. Karena musim hujan pada waktu itu, maka semua jendela di tempat itu ditutup. Tetapi ketika kami selesai berdoa, satu jendela terbuka dan ada angin sejuk berhembus masuk memenuhi ruangan. Roh penghibur datang memasuki hati kami. Peter berbisik perlahan, "Yesus telah datang untuk membawaku pulang. Selamat tinggal." Wajahnya dipenuhi dengan sukacita. Bahkan dokter yang hadir saat itu digerakkan untuk berkomentar, "Saya belum pernah melihat orang yang mati penuh kedamaian seperti ini." Ketika kami pulang ke rumah, anak-anak kami yang lebih muda dari Peter mengagetkan kami dengan kegembiraan yang luar biasa. Mereka berkata, "Kami tidak bisa tidur, karena kami melihat kumpulan besar malaikat-malaikat di sekeliling rumah. Mereka membawa alat-alat musik dan menyanyi untuk kami. Mereka mengatakan bahwa mereka datang untuk membawa Peter bersama-sama dengan mereka ke Sorga." Saya menjelaskan, "Kakakmu telah pergi bersama-sama dengan Tuhan Yesus." Dan mereka semua menangis. Peter begitu mengasihi adik-adiknya ini dan mereka juga membalas kasihnya dengan rasa sayang yang sangat besar."

MENGGANTI KEBENCIAN DENGAN KASIH
Ada kesunyian yang panjang dalam sel itu. Tetapi kemudian Ruth mulai bisa mendengar suara tangisan yang berasal dari berbagai tempat di sel gelap itu. Tiba-tiba terdengar suara teriakan kemarahan, "Terkutuklah orang-orang Tentara Merah! Kenapa mereka melakukan hal yang keji seperti ini? Saya berharap bisa mencekik leher orang-orang ini dan membunuh mereka!"

"Jangan! Jangan!" Ruth berteriak, "Kalian jangan membenci mereka. Ini adalah dendam dan lingkaran kepahitan. Yesus mengajarkan supaya kita mengasihi semua orang bahkan mengasihi musuh-musuh kita. Setiap hari saya berdoa untuk Tentara-Tentara Merah ini, supaya mereka segera menemukan dan mengenal Yesus. Dengan cara yang sama, saya juga telah berdoa bagi kalian semua. Kalian semua juga kekasih-kekasih yang dicintai Tuhan Yesus."

"Hah!" cetus seseorang dengan geram, "Kalau Yesus sungguh-sungguh mengasihi saya, kenapa saya ada di sini, di dalam sel yang kumuh ini?" Ruth mulai menjelaskan bagaimana sel yang kotor ini sama seperti dosa mereka. Hanya Salib Yesus yang sanggup menjembatani jurang antara orang-orang berdosa dengan Allah yang kudus. Yang mereka butuhkan adalah mengakui dosa-dosa mereka dan meminta Yesus menjadikan mereka manusia yang baru.

Sekali lagi ada kesunyian yang panjang dalam penjara itu. Dan satu persatu anggota sel itu mulai bertekuk lutut di sampingnya, penuh tangisan mengakui dengan keras segala dosa-dosa mereka dan memohon Yesus menyucikannya. "Terima kasih, Tuhan," Ruth berdoa, "Sungguh Engkau bisa mengubahkan segala sesuatunya menjadi baik."

Kesaksian ini menggambarkan betapa hebatnya aniaya dan penderitaan yang dialami gereja-gereja Tuhan di Cina. Namun semua yang dialami orang-orang ini seakan-akan memancarkan kemuliaan Tuhan yang semakin terang dan menjadi kesaksian atas seluruh bangsa di dunia. Keteguhan iman mereka teruji dalam dapur api. Mereka bukan cuma mengakui Yesus dengan mulut mereka, tetapi mereka membayar pengakuan mereka ini dengan aniaya dan penderitaan. Mereka belum pernah merasakan datang ke gereja tiap Minggu, bernyanyi memuji Tuhan, bersukacita, dan mengharapkan untuk hidup dalam kelimpahan. Yang ada pada mereka adalah gereja bawah tanah dan ibadah yang sembunyi-sembunyi. Mereka dikejar-kejar oleh tentara militer, dan rawan dengan aniaya. Pengakuan iman mereka teruji dengan tindakan yang nyata. Kuasa Injil betul-betul dinyatakan dalam kehidupan mereka. Mereka mempertahankan iman dengan nyawa mereka. Tidak ada sesuatupun yang dapat menggoyahkan iman mereka di dalam Tuhan. Iman seperti inilah yang dicari Tuhan.

"... Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18:8)

PENGINJIL CINA MEMBUTUHKAN DOA SAUDARA
"Saya begitu sendirian. Saya menghadapi pikiran untuk bunuh diri ketika tidak bisa tidur setiap malamnya. Saya sangat merindukan untuk memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan, namun tidak seorangpun yang mau mendengar. Semua orang memandang rendah dan meremehkan saya. Penghiburan saya hanyalah Yesus yang telah mengalami dan menjalani semuanya ini, penderitaan, aniaya, diremehkan, dan direndahkan."

Bagian dari surat penginjil Cina ini memberikan gambaran bahwa banyak daerah-daerah di Cina yang belum meresponi panggilan Tuhan. Bahkan kalau seandainya kita memasukkan 70 juta orang Cina Kristen (orang yang meresponi Injil Kristus) dalam hitungan, hitungan ini hanya mencapai kurang dari 7% saja orang Cina yang percaya dan meresponi Injil Kristus. Berdoalah supaya Tuhan meneguhkan setiap penginjil-penginjil yang melayani desa-desa kecil di seluruh Cina, supaya mereka berada dalam kondisi rohani yang berapi-api.

Tragisnya, orang yang menulis surat ini telah dikubur 2 tahun lalu. Tidak ada seorangpun yang tahu apakah ia bunuh diri atau dibunuh.

"Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." (Wahyu 12:11)

Percaya....Berani

Seperti biasa pulang dari kantor naik busway di halte monas. Kembali lagi berhimpit ria dengan para penumpang yang terkadang muka2nya seperti tidak asing dilihat (mungkin karena sering ketemu di busway hehehehe...). Sesampai di terminal Blok M menuju ke terminal 6 untuk naik MetroMini 619 jurusan Blok M - Cinere (dimana metromini ini sangat jarang jadi sekali dapet kalo bisa diusahakan dapat tempat duduk mengingat perjalanan yang nun jauh-na). Kebetulan saya duduk di kursi dekat pintu keluar belakang. Dibelakang saya duduk hanya dua orang dari kemungkinan ditempati sekitar 5 penumpang lagi(waktu itu memang lagi kosong penumpang maklum lagi bulan puasa). Setelah bayar ongkos kepada kenek metromini, seperti biasa saya cari posisi wuueeenaaakkk supaya bisa tidur dengan nyaman.
Tetapi ternyata ada 2 orang pengamen (1 laki & 1 Perempuan) yang menaiki metromini. Dua orang tsb masih sangatlah muda apalagi yang wanita sekitar umur dibawah 20 tahun, sedangkan yang lelaki kira-kira baru genap 20 tahun (nebak2x doank). Mengambil posisi yang santai utk me-ngamen. Mulailah pemuda tsb menyanyi dengan judul 'Lord, I Give You My Heart'. Dlm hati saya berkata : "Wauw..baru kali ini ada pengamen yang menyanyi lagu gereja di metromini 619. Hmmmhm..skrg kamu baru berani menyebut Lord...kalo misalnya kamu berani menyebut nama Jesus..saya akan memberimu 5 kali lipat dari yang biasa kuberikan kpd pengamen yang lainnya". Selesai menyanyi lagu pertama ternyata dia melanjutkan dengan bernyanyi 'With All I Am' yang notabene di dalam lyrics-nya seperti berikut ini "Jesus, I Believe In You...Jesus, I Belong To You...You're The Reason That I Live...The Reason That I Sing...With All I Am" Sungguh Ruarrrr...biasa....Lalu dalam hati saya kembali berkata : "Kalo kamu duduk di sebelah saya, saya akan mengajak kamu sharing."

Selesai menyanyi dan menerima bayaran ikhlas dari masing2 penumpang, pemuda tsb berniat duduk dgn tmn wanita-nya tapi karena ada penumpang yang naik, langsung duduk di sebelah tmn wanita-nya maka dia pun mengurungkan niatnya tsb. Tidak lama berselang, penumpang tsb turun di tempat tujuannya. Pemuda tsb langsung duduk di sebelah temannya yang berarti duduk di sebelah saya juga. Maka terjadilah percakapan antara saya & pemuda tsb :

Michael : "Halo..mas.." (sambil menepuk pundak)
Pengamen : "Ya pak..ada apa pak..??"
Michael : "Saya salut sama keberanianmu. Dimana kamu berani untuk mengatakan Jesus ditengah mayoritas(muslim) yang ada di metromini ini."
Pengamen : "Oh..itu..yah..biasa aja pak.."
Michael : "Ehh..benarlah apa yang saya katakan ini. Karena baru kali ini saya temui selama saya naik metromini 619 ini ada pengamen yang berani beryanyi lagu gereja terutama menyebutkan nama Jesus. Biasanya mereka mengganti nama Jesus dengan lebih umum yaitu Tuhan"
Pengamen : "Iya sih pak...Bagi saya hidup itu SIMPLE...!!! Kalau saya mati disini...saya mati pak..!!! Tapi saya percaya dengan janjiNya...!!"
Michael : "Wah..benar saya nggak salah orang..percayalah keberanianmu akan mengubah hidupmu..Just Believe In HIM..!! Perlu kamu ketahui bahwa yang duduk di metromini ini termasuk saya mungkin tidak memiliki keberanian sepertimu. Kami mungkin secara materi lebih baik tp hidup tidak dilihat dr berapa banyak harta kita. Mungkin yang duduk disini ada juga yang lulusan S2 dari sebuah perguruan tinggi yang terkenal tapi toh kami ngga punya keberanian tersebut. Yang penting keberanianmu harus melebihi kemampuanmu. Percuma kamu punya kemampuan tapi kamu tidak memiliki keberanian. Milikilah keberanian dlm menghadapi hidup ini karena dengan begitu kamu dapat merubah hidupmu, mungkin menjadi seperti apa yang kamu mimpikan. Belief saya mengatakan bahwa kalo seseorang ingin berhasil maka dia harus berani gagal, berani bertindak, berani mengambil keputusan dan berani memiliki impian hidup yang besar. Jangan pernah malu, jangan pernah gengsi, buang status/jabatan/title kalau kamu mau berhasil. Saya pun tidak mau kerja sama orang melulu selama hidup saya karena saya ingin hidup ini punya makna, karena itu saya sekarang sedang mencoba, belajar, berusaha merintis suatu usaha dimana nantinya saya berharap bisa mewujudkan salah satu impian hidup saya (membuka lapangan kerja bagi sesama yang miskin di hadapan Allah). Tapi mungkin banyak orang yang bangga dengan jabatan & gajinya yang mereka terima sekarang & semoga saja saya bukan termasuk org tsb. Karena kalo hidup hanya berdasarkan jabatan & gaji..sudah terlalu baku..maka saya ingin berbeda dr org2 tersebut. Mungkin sulit tapi saya akan terus mencoba, belajar, berusaha, berjuang utk mewujudkannya tentunya asalkan Tuhan berkehendak."
Pengamen : "Wah..bapak sering baca buku ya pak..terutama buku-buku seperti Jhon Maxwell, Robert Kiyosaki.. karena saya pun suka baca buku-buku tersebut selain menambah semangat hidup juga meningkatkan kepribadian dan ilmu."
Michael : "Waouw...ternyata kamu juga suka baca toh..saya terkadang baca buku mereka tapi percayalah bahwa kita belajar itu bukan hanya di sekolah saja tapi setelah kita selesai sekolah kita pun masih terus belajar yaitu belajar tentang kehidupan yang telah diberikan kepada Allah. Saya berusaha untuk selalu membuka telinga & mata lebar-lebar, memutar otak & bertindak untuk mempelajari segala aspek kehidupan di dunia ini bukan utk menjadikan saya menjadi manusia yang sok tahu tetapi menjadi manusia yang mau tahu(belajar). Karena hidup adalah proses, belajar & perjuangan tanpa batas. Coba kamu perhatikan saja cara kerja kenek maka kamu akan mendapatkan sesuatu yang dapat kamu implementasikan dalam kehidupan sehari-hari""
Pengamen : "Iya pak...saya setuju & mengerti.."
Michael : "Cobalah sebelum kamu memulai sesuatu yang baru..pertama kan terlebih dahulu hatimu utk dekat kepada Allah karena hidup ini keras. 'Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.' - Matius 6:33. Dengan berpegang pada ayat tersebut prioritaskan : 1. Allah 2. Keluarga 3. Bisnis/Pekerjaan. Tapi memang pada kenyataannya di lapangan selalu berbeda. Setidaknya kita mencoba dan berusaha selalu berpegang pada prioritas tsb."
Pengamen : "Bener tuh pak..Oh iya pak..saya mw kenalkan ini istri saya...hehehe...masih muda ya pak..maklum masih 16 tahun..hehehehe..."
Michael : "Walah ini istri kamu..tadinya saya pikir adik atau teman kamu. Kalian masih muda banget tapi sudah berani menikah. Salut saya sama kalian.."
Pengamen : "Maaf pak..sebentar lagi saya mau turun..sebelumnya terimakasih banyak ya pak atas waktu dan kemauan bapak berkenan utk sharing pengalaman hidup dgn saya dimana dpt membantu & memotivasi dlm menghadapi kehidupan ini...Tuhan memberkati.."
Michael : "Sama-sama..justru harusnya sayalah yang berterimakasih kpd kamu..karena saya mendapatkan banyak hal dr kamu....Tuhan memberkati.."
Pengamen : "Ok pak..saya duluan ya pak..kapan2 kalo Tuhan berkehendak..semoga kita bisa bertemu kembali ya pak.."
Michael : "Ya...saya dengan senang hati kalo suatu saat bisa bertemu dengan kamu..Ingat saya tidak pernah bilang saya lebih baik dari kamu ya."
Sambil berjalan ke pintu keluar bersama dengan istrinya yang masih muda. Saya menyempatkan diri utk menepuk pundaknya sambil berkata : "INGAT..JUST BELIEVE IN HIM...!!!"

Akhirnya pertemuan yang penuh dengan inspirasi tersebut telah berlalu..dalam hati saya berbicara kepada Tuhan Yesus "Tuhan Yesus Kristus..Terimakasih & puji syukur kepadaMu karena Engkau mau memberikan saya kerendahan & Ketulusan hati utk mau sharing pengalaman hidup dengan pemuda tsb. Jika Engkau berkehendak..saya bisa bertemu mereka lagi..ya mungkin saya bisa menjadi perpanjangan tanganMu utk bisa mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik lagi. Juga berilah saya kemauan untuk terus mau mencoba, belajar, berusaha, berjuang dari siapapun..kapanpun..dimanapun..agar aku bisa sampai pada tujuan hidupku tetapi bukan kehendakku melainkan kehendakMu yang terjadi. Sebab aku hanyalah hambaMu yang paling hina, kecil, tak berguna & berdosa. Doa ini aku serahkan seluruhnya kepadaMu, karena Engkaulah Tuhan, Pengantara & Juruselamat kami yang hidup sampai sepanjang segala masa. Amin."

Miliki kerendahan & ketulusan hati utk mau belajar dari pengalaman sesama, karena kamu tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri. Seseorang yang kehilangan uang akan kehilangan banyak, Seseorang yang kehilangan teman/sahabat akan kehilangan lebih banyak tapi seseorang yang kehilangan keyakinan akan kehilangan semuanya...!!! Tuhan selalu memberikan kita pengharapan tapi apakah kita mau (percaya, berani, bertindak & berkorban) untuk menggapai harapan tersebut.

Question Of The Day : Kalo pemuda tersebut saja bisa memiliki keberanian yang luar biasa kenapa kita mesti ragu untuk memiliki keberanian tsb. Coba tanyakan ada pada diri kita masing-masing.....??

Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau." - Lukas 17:19

Saya ingat akan salah satu lagu yang mengingat saya akan kekuatan 'Believe' :

When You Believe - Mariah Carey & Whitney Houston
Reff :
There can be miracles, when you believe...
Though hope is frail, it's hard to kill...
Who knows what miracles you can achieve...
When you believe, somehow you will...
You will when you believe...

In HIS Love,

TOKO GROSIR SURGA

Suatu hari dalam perjalanan hidup saya, saya melihat sebuah papan bertuliskan, "Toko Grosir Surga".
Ketika saya berjalan dan hendak masuk ke toko itu, pintu segera terbuka dengan begitu lebar.
Sementara saya berdiri dalam kebingungan ketika berada dalam toko tersebut, saya melihat banyak malaikat yang berdiri dimana-mana. Salah satu dari mereka memberikan keranjang belanja kepada saya sambil berkata,

"Anakku, berbelanjalah dan pilih apa saja yang engkau mau, semua kebutuhan orang Kristen tersedia di toko ini dan jika engkau tidak bisa membawa semua belanjaanmu, engkau boleh kembali lagi kesini."

Pertama-tama saya mengambil KESABARAN dan KASIH , karena keduanya berada di rak yang sama. Dibawah rak itu saya melihat PENGERTIAN dan saya pun mengambilnya. "Kau selalu memerlukannya dimanapun kau pergi," kata malaikat yang ada di depan saya.

Saya mengambil 2 kotak KEBIJAKSANAAN dan sekantong IMAN .
Saya juga tidak melupakan ROH KUDUS karena itu terletak di setiap tempat di dalam toko itu. Saya berhenti sejenak untuk mengambil sebungkus KEKUATAN dan KETEGUHAN HATI untuk menolong dan memampukan saya melalui perjuangan hidup ini.Meskipun keranjang saya sudah penuh, tetapi saya teringat bahwa saya membutuhkan ANUGERAH .

Saya juga tidak melupakan KESELAMATAN karena saya tahu itu merupakan barang yang gratis di toko tersebut. Saya mengambil lebih , agar bisa membagikannya kepada orang lain yang membutuhkannnya .

Saya berpikir, "ini kan cuma-cuma." Keranjang saya kini benar-benar penuh dan saya berjalan ke kasir untuk membayar belanjaan. Saya berpikir, "Dengan semua yang saya beli, saya pasti bisa menyenangkan Tuhan saya."
Di depan kasir saya melihat DOA dan tanpa menunggu lebih lama saya segera mengambilnya karena saya tahu tanpa DOA saya akan segera jatuh dalam pencobaan.

DAMAI dan SUKACITA adalah dua hal penting yang hampir saya lupakan. Saya segera mengambil satu keranjang kecil untuk keduanya dan untuk NYANYIAN PUJIAN .

Pada akhirnya saya berkata kepada malaikat, "Sekarang berapa yang harus saya bayar?"
Ia hanya tersenyum dan berkata, " Kamu tinggal membawanya saja."
Sekali lagi saya bertanya dalam kebingungan, "Sungguh, berapa harga semua ini?"
Ia tersenyum dan berkata, "Anakku, bertahun-tahun yang lalu Yesus telah membayar semuanya untuk mu."

Aku terharu, aliran-aliran bening membanjiri mataku.

Di dalam Iman semuanya sudah tersedia bagi kita yang percaya kepada YESUS.
Kita tinggal mengambilnya kapan dan berapa banyak yang kita mau.
Alkitab berkata bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan . DIA menjadi miskin agar kita kaya dalam segala hal .

Saat ini "Toko Grosir Sorga" masih terbuka, dan YESUS mengharapkan agar kita semua datang dan menikmati hasil dari pengorbananNYA . (MANNA SORGAWI no 99 tahun IX)

KESAKSIAN MANTAN PERAMAL DAN AHLI HONG SUI

Nama asli saya adalah Tjong Khim Long/ Tjuk Lin Tse alias Yusuf. Tjuk Lin Tse adalah nama praktek saya. Saya berasal dari Kalimantan Barat dan sudah menetap di Jakarta selama 21 tahun sebagai seorang Sinshe. Saya juga masuk dalam ikatan Sinshe-sinshe di Indonesia. Sebagai peramal nasib, saya mulai dengan memasang tarip sebesar Rp. 500, untuk setiap pasien. Tarip terakhir sebelum saya bertobat, yaitu tahun 1988 sebesar Rp. 150.000, setiap pasien untuk waktu ½ jam. Pasien saya begitu banyak sampai harus menunggu giliran 2-3 bulan, bahkan 4 bulan untuk diramal nasibnya.

Selama 21 tahun saya tidak pernah memasang iklan, tetapi dapat menjadi begitu terkenal dan saya mempunyai 46 orang murid, baik di dalam maupun di luar negeri, terdiri dari 34 pria dan 12 wanita: Murid yang paling jauh dari Canada,sedangkan yang paling dekat dari Singapore dan Malaysia. Yang dari Indonesia terpencar dari berbagai daerah. Setiap murid harus membayar antara 9-10 juta rupiah pada saat itu. Mereka belajar hal meramal nasib, melihat Hong Sui,membuat Hoe dan Pak Kwa.

CARA MERAMAL NASIB
Sekarang saya mau menerangkan bagaimana saya meramal nasib. Sewaktu pasien mendaftar dan tiba gilirannya untuk diramal maka pada saat pasien datang, saya dapat mengetahui persoalan apa yang terjadi yang menyebabkan pasien tersebut mencari saya; baik itu masalah usaha, masalah rumah tangga dan lain-lain. Saya juga dapat mengetahui penyakit apa yang diderita oleh pasien tersebut atau penyakitnya mengharuskan dia dioperasi dan barapa kali dia sudah dioperasi saya dapat mengetahuinya. Lebih dari itu, anak-anaknya dengan tanda-tanda yang ada pada tubuhnya laki-laki atau perempuan, janda atau duda dan lain-lain, semuanya dapat saya ketahui.

Sebenarnya itu bukan karena kehebatan saya, sebab cara saya meramal berasal dari ilmu keturunan nenek moyang saya, bukan karena mempelajari buku-buku. Sejak kecil saya sudah dilatih dengan sembahyang, puasa serta membaca mantra-mantra. Pada saat saya menghadapi pasien untuk diramal, sebenarnya roh yang pada pasien itulah yang telah memberitahu kepada roh yang mengikuti saya. Murid saya yang belum sepenuhnya luluspun sudah dapat disertai dengan roh yang dapat memberitahukan segala sesuatu kepadanya. Dengan adanya roh dari pasien yang memberitahukan kepada roh yang mengikuti saya, kemudian mamberikan firasat kepada saya, maka saya berani menyampaikan ramalan nasib pasien saya secara tepat.

Lalu bagaimana saya yang memiliki latar belakang kehidupan yang sedemikian, dapat percaya kepada Tuhan Yesus, padahal sebelumnya saya sama sekali tidak dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Menurut pendapat saya sebelumnya, Tuhan Yesus tidak sebangsa dengan saya, bagaimana Dia dapat membawa saya ke Sorga? Mimpipun tidak mungkin, pikir saya. Saya mengatakan, bahwa Alkitab adalah tulisan manusia, bukan secara langsung dijatuhkan dari langit. Namun ternyata saat ini saya dapat menjadi orang yang lebih percaya kepada Tuhan Yesus, lebih daripada sebagian orang-orang Kristen.

Saya menjadi Kristen bukan melalui kesaksian Orang Kristen, bahkan seandainya ada yang menyodorkan 100 juta rupiah sekalipun supaya saya mau menjadi orang Kristen, saya akan menolaknya. Saya dapat percaya kepada Tuhan Yesus melalui satu proses yang panjang dari Tuhan sendiri.

KENAPA SAYA DAPAT PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS?
Tgl. 01 Pebruari 1988 itulah titik awal di mana saya mulai percaya kepada Tuhan Yesus. Setiap manusia mamiliki cinta kasih dan melalui hal inilah saya dapat mengenal Tuhan Yesus. Cinta kasih yang akan saya paparkan di sini adalah cinta kasih antara suami istri.

Pada tgl.23 Maret 1987 isteri saya telah meninggal dunia karena penyakit tidak nafsu makan. Meskipun saya seorang Sinshe, saya tidak pernah membuka resep untuk isteri saya, melainkan menghubungi Sinshe lain yang terkenal untuk membukakan resep untuk istri saya.

Di rumah saya ada satu kamar yang keadaannya seperti layaknya sebuah kelenteng, 21 tahun yang lalu patung yang saya sembah itu dapat bergerak dan selama isteri saya sakit, saya menyembah kepada berhala-berhala itu. ternyata hasilnya tidak ada, demikian juga usaha-usaha saya yang lain bagi kesembuhan isteri saya.

Terakhir isteri saya masuk rumah sakit, tetapi dokter tidak dapat menemukan penyakit apa yang diderita oleh istri saya. Hasil check up secara menyeluruhpun mengatakan bahwa isteri saya sehat, tidak ada sesuatu penyakit. Saat itu keadaan isteri saya setiap hari hanya dapat makan sebanyak dua (2) sendok, jika ditambah satu(l) sendok lagi dia akan muntah. Setelah menghadapi jalan buntu, isteri saya menyatakan bahwa dia menerima Tuhan Yesus dan percaya kepadaNya. Meskipun saya sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yesus, namun karena rasa cinta kasih saya kepada isteri, saya terpaksa mengijinkannya. Pada saat istri saya percaya kepada Tuhan Yesus, dia tidak didoakan oleh siapa-siapa, hanya seorang putra dan putri saya yang belum Kristen pada saat itu. Setelah didoakan, pada malam itu isteri saya dapat tidur dengan nyenyak.

Keesokan harinya, ketika dia bangun, wajahnva begitu berseri-seri dan sejak itu setiap malam dia dapat tidur dengan tenang. Di lain pihak ternyata hal itu justru membuat saya tidak dapat tidur. Kenapa dapat tajadi hal yang demikian? Bayangkan, isteri saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi di rumah saya masih penuh dengan berhala. Menurut ramalan saya dalam waktu 8-10 hari lagi istri saya akan pulang ke rumah dan situasi rumah yang demikian jelas akan merupakan satu persoalan untuknya. Sebagai orang yang percaya Tuhan Yesus, isteri saya akan mengucapkan "Haleluyah dan Puji Tuhan", sedangkan saya masih harus mengucapkan kata-kata untuk berhala. Perbedaan hidup yang demikian jelas akan mendatangkan suasana yang tidak baik.

BERHALA-BERHALA DI RUMAH SAYA DIHANCURKAN
Segera saya mengumpulkan murid-murid saya untuk mengadakan rapat, tetapi mereka juga tidak dapat memberikan satu usul tepat sebagai jalan keluarnya. Namun karena rasa cinta kasih saya, segala macam berhala itu kemudian saya hancurkan, termasuk patung yang dapat bergerak dari zaman dinasti Ming tersebut.

Kira-kira 6 jam sebelum isteri saya meninggal dunia, dokter baru dapat menemukan bahwa isteri saya terkena penyakit kanker usus yang sebelumnya kami mengira hanya wasir saja. Saat isteri saya meninggal dunia saya belum percaya kepada Tuhan Yesus, namun dikarenakan isteri saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, upacara kematiannya diadakan secara Kristen dan kemudian setiap malam hari diadakan kebaktian penghiburan di rumah untuk beberapa waktu saya terpaksa mengikuti berdoa di dalam nama Tuhan Yesus dan mendengarkan tentang perihal Tuhan Yesus yang menyelamatkan dan memberikan Sorga kepada orang yang percaya kepadaNya. Saya ingin sekali mengetahui di mana isteri saya, di Sorga atau di Neraka. Menurut kata orang-orang Kristen dan pendeta-pendeta, isteri saya ada di Sorga, tetapi bagaimana mereka dapat memberikan bukti kepada saya. Tidak ada orang yang pernah ke Sorga dan kembali serta memberitahukan kepada saya, bahwa isteri saya ada disana.

MENGIKUTI SEMINAR PERTUMBUHAN GEREJA DI KOREA SELATAN
Pada bulan Agustus 1987 di Korea Selatan diadakan Seminar Pertumbuhan Gereja bagi orang-orang Asia dan kami sekeluarga yang bejumlah 7 orang ikut mendaftarkan diri. Saya hanya mengikuti acara-acara tersebut, tetapi tidak mengikuti kebaktiannya.

Banyak Gereja-gereja di Asia mengirimkan utusannya ke Korea tapi saya ikut datang ke sana hanya untuk mengetahui tentang Tuhan Yesus saja. Saya mempunyai 4 orang anak, seorang putra dan 3 orang putri. Putri saya yang sulung bisu tuli sama sekali tidak dapat mendengar meski ada bunyi petasan sekalipun. Putri sulung saya yang demikian juga saya ajak ke Korea. Kami juga pergi ke Bukit Doa di mana berduyun-duyun orang yang datang ke sana. Saat itu ada 163 orang dari Indonesia yang pergi ke sana termasuk saya sekeluarga. Di sana ada gua-gua untuk berdoa dan saya hanya sekedar mau tahu saja tentang gua-gua tsb. Saya sudah antri tetapi tidak pernah mendapat giliran.

Disana saya bertemu seorang penatua yang berasal dari Taiwan. Saya melihat dia berdoa untuk menyembuhkan orang-orang sakit tanpa mantera-mantera atau obat, hanya berdoa dalam nama Tuhan Yesus. Ada seseorang yang tangannya selisih panjang pendek, setelah didoakan dalam nama Tuhan Yesus, tangan yang pendek dapat menjulur keluar menjadi sama panjang. Saya juga adalah mantan pemain akrobat dan tukang sulap, tetapi apa yang saya lihat ini bukan sulapan. Kemudian saya meminta kepada penatua tersebut untuk menyembuhkan anak saya yang sulung. Dia menjawab bahwa dirinya tidak dapat menyembuhkan, yang diandalkan hanya kuasa dari Tuhan Yesus. Kesempatan inilah saya pergunakan untuk dapat melihat bagaimana kuasa Tuhan Yesus tersebut. Penatua itu meletakkan kedua jarinya di telinga anak saya lalu berdoa. Dia mengatakan, bahwa di dalam nama Tuhan Yesus anak ini harus dapat mendengar dan dapat berkata-kata Amin. Pada saat penatua itu selesai berdoa, dia memetikkan tangannya di belakang anak saya, anak saya sudah dapat mendengar. Peristiwa itu betul-betul membuat hati saya terharu, sebab 31 tahun putri sulung saya tidak pernah mendengar sesuatu suara apapun. Sekarang dia dapat mendengar hanya melalui doa. Penatua itu mengajarkan putri saya untuk mengucapkan kata-kata "Haleluyah" dan putri saya dapat mengikutinya meskipun dengan ucapan yang belum sepenuhnya tepat. Saat itu saya rasakan diri saya seperti orang udik yang pertama kali datang ke kota. saya merasakan kebesaran Tuhan Yesus.

SAYA MULAI MERASAKAN KUASA TUHAN YESUS
YANG HERAN Dari Korea saya kembali ke Indonesia mampir di Taiwan dan Hongkong. Biasanya setiap kali saya berada di Singapore atau Taiwan selalu didatangi banyak orang yang ingin diramal nasibnya, sehingga tidak dapat pergi ke mana-mana. Tetapi seat itu tidak ada yang mengetahui kedatangan saya di Taiwan sehingga saya dapat pergi ke tempat rekreasi Wu Lay. Ketika saya kembali dari tempat rekreasi tersebut, ternyata kaki saya menjadi bengkak, lebih besar dari sepatu saya.

Dikarenakan jadwal penerbangan yang sudah diatur maka dari Taiwan saya mampir ke Hongkong dengan kaki yang bertambah bengkak lagi. Saya sempat berpikir jika demikian jangan-jangan saya harus menenteng sepatu saya sampai ke Indonesia. Oleh karena itu saya memanggil kedua putri saya untuk mendoakan saya. Setelah didoakan dalam nama Tuhan Yesus ternyata belum terlihat hasilnya, didoakan kedua kali juga belum tampak adanya perubahan, sehingga saya katakan biar sajalah, saya mau tidur saja tetapi keesokan harinya ketika saya bangun ternyata kaki saya sudah sembuh. Dengan penuh sukacita saya pulang ke Indonesia bukan dengan menenteng sepatu, tetapi memakai sepatu. Saat itu saya belum mau percaya juga kepada Tuhan Yesus dan sesampai di Indonesia saya teruskan pekejaan saya sebagai peramal nasib.

Saat itu saya juga mengidap penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi kronis. Dengan keadaan tersebut saya ingin dapat mengetahui lebih jauh sampai dimana kuasa dari Tuhan Yesus. Saya sudah tidak mau makan obat lagi melainkan saya memanggil putra dan putri saya untuk mendoakan saya. Setelah berdoa saya pergi ke dokter untuk check up. Dokter menanyakan selama satu bulan saya tidak periksa itu telah berobat ke mana? Dokter terheran dengan hasil check up. Saya jawab, bahwa saya tidak berobat ke mana-mana. Dokter itu tidak percaya, tanpa berobat bagaimana mungkin penyakitnya dapat sembuh dan normal seperti itu, baik kencing manis maupun tekanan darah saya sudah normal kembali. Dulu tekanan darah saya untuk turun menjadi 150 saja sulit, tetapi sekarang dapat menjadi 130 - 85. Hal itu semakin membuat saya tahu bahwa ada kuasa yang besar di balik doa. Saya mau tidak mau harus mengakui kebesaran Tuhan Yesus, tetapi saya belum dapat percaya sepenuhnya kepadaNya, masalahnya adalah terletak pada pekerjaan saya sebagai peramal yang dengan begitu mudah dapat menghasilkan uang. Saat itu dalam sehari saja dapat memperoleh hasil 500-600 ribu rupiah padahal tanpa modal. Jika saya harus percaya kepada Tuhan Yesus, jelas pekerjaan saya tersebut harus saya tinggalkan dan saya tidak dapat mencari uang.

Posisi saya memang terjepit, sehingga saya memilih untuk tetap menjadi peramal nasib. Dan satu hal yang aneh ternyata juga banyak orang Kristen yang mau diramal nasibnya. Hal itu saya ketahui sebab sepulangnya saya dari Korea saya membeli 100 buah Alkitab dan setiap pasien yang datang kepada saya, saya berikan sebuah Alkitab, di antara mereka ada yang menyatakan, bahwa dirinya sudah memiliki Alkitab, berarti mereka adalah orang Kristen, mereka percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika saya menanyakan kepadanya apakah Tuhan Yesus tidak menolong? Dia menjawab, bahwa dulu Tuhan Yesus menolong, tetapi sekarang tidak. Saya menasehati mereka, bahwa mereka pasti ada sesuatu kesalahan dan saya anjurkan segera kembali sungguh-sungguh datang kepada Tuhan . Saya bersaksi kepadanva bahwa saya yang paling tidak percaya, ternyata Tuhan Yesus masih mau menolong saya. Saat itu ramalan saya semakin terkenal, banyak juga orang-orang Kristen yang mau tahu, karena ada peramal yang membagikan Alkitab. Mereka menyatakan, bahwa di dunia ini sayalah satu-satunya peramal yang demikian.

SEKARANG SAYA BERTOBAT SUNGGUH-SUNGGUH
Untuk mengakhiri kesaksian saya, pada tgl. 01 Pebruari 1988 pukul 01.00 barulah saya percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Hari itu saya selesai melihat dua Hong Sui dan yang terakhir di Pondok Indah, suatu tempat yang begitu luas baik tanah dan bangunannya. Ketika tiba di sana, hujan turun dengan lebatnya, sehingga saya kesulitan untuk turun dari mobil. Saya membawa kompas, tetapi dari dalam mobil jarum penunjuk tidak dapat menunjuk dengan tepat,sehingga saya terpaksa turun dengan payung untuk melihat tempat tersebut. Sepulangnya dari sana, kira-kira sudah jam 20.00, setelah makan lalu tidur karena badan terasa sudah kurang enak.

Tengah malam saya terbangun dengan pernafasan yang tidak lancar alias sesak. Sebagai seorang Sinshe saya tahu bahwa ini merupakan gangguan jantung. Rasanya saya sudah tidak tahan, udara yang keluar terasa lebih banyak dari yang saya hirup dan dengan situasi yang demikian, saya sadari dalam waktu 5-10 menit saya akan meninggal dunia. Di saat yang demikian, saya teringat kuasa doa dan mulailah saya berlutut di atas tempat tidur, berdoa kepada Tuhan Yesus supaya melalukan masa kritis tersebut, sehingga saya dapat melihat hari esok. Setelah "Amin" ternyata hasilnya tidak ada, bahkan pernafasan saya terasa bertambah sesak. Saya mengulangi lagi dengan berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus dan Amin lagi, ternyata hasilnya juga tidak ada. Hati saya menjadi sedemikian sesak dan menurut perhitungan, sisa waktu tinggal kira-kira dua menit lagi. Waktu yang pendek itulah yang akan menentukan saya masih dapat hidup atau harus meninggalkan dunia ini.

Dalam keadaan demikian untuk kembali menyembah berhala pada saat seperti itu sudah tidak memungkinkan, sebab semua berhala sudah tidak ada lagi, sehingga satu-satunya jalan adalah saya harus kembali berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus. Situasi sudah sedemikian gawat, saya tidak hanya berdoa supaya disembuhkan, bahkan saya berjanji jika saya disembuhkan saya mau percaya dan menurut kepada Tuhan Yesus, bersaksi dan melayani Tuhan Yesus, meninggalkan segala profesi lama saya. Saat itu saya yakin, bahwa Tuhan Yesus hadir di depan saya. Seperti biasanya saya mengakhiri doa dengan kata "Amin", tetapi heran saya, baru mengucapkan kata "A", belum sampai "MIN", pernapasan saya sudah lancar dan sembuh secara sempurna. Rasanya tubuh saya begitu segar seperti menjadi muda kembali dan saya dapat merasakan sukacita besar yang belum pernah saya alami selama 61 tahun saya hidup di dunia ini. Sejak saat itulah saya betul-betul percaya kepada Tuhan Yesus.

Saya adalah orang yang berpegang teguh kepada janji, sebab itu saya juga menepati janji saya kepada Tuhan Yesus. Tgl. 01 April 1988 saya mengumumkan, bahwa praktek meramal nasib, serta Hong Sui saya tutup meskipun masih banyak orang yang minta diramal, bahkan yang dari Taiwan, Singapore atau Malaysia. Tuhan mengasihi semua manusia, tetapi sayang hanya sedikit yang mau mengasihi Tuhan Yesus. Saya merasa sangat berhutang kepada Tuhan Yesus yang begitu mengasihi saya dan saya ingin dapat membalas kasihNya. Saya himbau Anda, kenalilah Tuhan Yesus Kristus, Percaya dan terimalah Dia dengan bulat hati. Percayalah kepadaNya senantiasa dengan 100% jangan 99%, maka hidup Anda diselamatkan, disembuhkan, diPulihkan di Dunia maupun di Sorga.

Kiranya melalui kesaksian ini, ini dapat berguna bagi Anda dalam menguatkan iman semua saudara seiman. AMIN.

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal".

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya:"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".

Ibrani 2: 3-4 "Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan oleh Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut kehendakNya".

Ibrani 4:17b "Pada hari ini, iika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu!"

Kisah Para Rasul 4:12 "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Yohanes 1:12 "Tetapi semua orang yang menerimaNya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang parcaya dalam NamaNya".

Amin.

Lydia Kandau: Saya ingin menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan itu baik

Sumber: http://aicincheon.tripod.com/id24.html


Kehidupan artis atau selebritis tak pernah lepas dari gosip. Demikian
ungkapan yang sudah mengakar di khalayak umum. Hal ini bisa dimaklumi,
karena bagaimana pun artis adalah public figure. Demikian halnya yang
dialami oleh artis cantik Lydia Kandau. Kesibukannya dalam pelayanan telah
membuatnya seperti tenggelam dari keartisannya.

Walau demikian, label artis yang telah disandangnya masih melekat. Saat ini
ia kerap diminta bersaksi di berbagai denominasi gereja. Bahkan baru-baru
ini ia mengikuti suatu perjalanan ziarah ke Yerusalem. Istilah cinta buta
mungkin dialami oleh wanita berdarah Manado ini. Kisah cintanya dengan pria
yang tidak seiman berakhir di pelaminan, sekalipun sempat ditentang oleh
pihak keluarga.

Tapi ia nekad, atas dasar cinta ia menikah dengan Jamal Mirdad, seorang
penyanyi. Hari-hari yang dilaluinya setelah pernikahan terasa begitu indah.
Sebagai umat Kristus, seharusnya ia pergi ke gereja di hari Minggu. Tapi
Lydia tidak. Bersama suami tercinta, ia kerap mengisi hari-hari Ahadnya
dengan jalan-jalan, nonton, atau shopping dan sebagainya.

"Makin lama rasanya kok makin jauh dari Tuhan," ungkapnya.

Namun, pikiran seperti itu tidak cukup membuatnya berbalik pada Tuhan. Ia
seolah menikmati semua itu. Anaknya Sakit Aneh Sampai saat anak keduanya
mengalami sakit 'aneh'. "Syaraf kiri anak saya abnormal," tuturnya. Ia
langsung membawanya ke rumah sakit dengan keyakinan setelah ditangani dokter
pasti anaknya sembuh. yang terjadi justru sebaliknya. Makin lama kondisi
anaknya semakin parah. "Seperti obat-obat yang diberi dokter tidak mempan
terhadap penyakitnya. Anak saya seperti mau mati. Matanya tidak mau
terbuka," kisahnya. Akhirnya diputuskan untuk membawa anaknya pulang ke
rumah.

"Saya menangis dan menangis sambil membaringkan anak saya di tempat tidur.
Saya merenung dan larut dalam kebisuan. Seketika saya teringat akan
dosa-dosa saya dulu. Saya tidak setia kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah
begitu baik ada saya," akunya. Seketika itu juga, ia berdoa sambil
bercucuran air mata. Minta ampun atas segala dosa dan ketidaksetiaannya. Ia
betul-betul merasa telah mendukakan hati Tuhan.

"Luar biasa ternyata," ungkapnya. Sesaat ia katakan amin, hati dan batinnya
terasa lega sekali. "Plong rasanya. Saya yakin darah Yesus telah menghapus
dosa-dosa saya," tuturnya sumringah.

Lalu ia melihat anaknya yang masih terbaring dalam keadaan yang
memprihatinkan. Air matanya jatuh lagi. Ia duduk di sisi tempat tidur sambil
mengelus-elus kepala anaknya. Batinnya berkata, "Tuhan, aku tahu Engkau
telah menghapuskan dosaku. Saat ini juga ya Bapa, jikalau Engkau mengasihi
aku, tolong sembuhkan anakku. Aku percaya sepenuh jiwa, Engkau sanggup
melakukan semua itu. Sebab segala perkara dapat kutanggung di dalam Engkau."

Usai berdoa, ia memuji-muji Tuhan dengan kidung pujian yang tiada
putus-putusnya. "Saya berjanji bahwa saya tidak akan pernah berhenti memuji
Tuhan sampai Tuhan sembuhkan anak saya," paparnya. Ternyata ajaib, satu jam
berselang, mata anaknya perlahan mulai terbuka. "Perlahan, tapi pasti mata
anak saya terbuka. Lalu ia bangun dari tempat tidur. Ajaibnya, di wajahnya
tidak ada gambaran kesakitan. Padahal ia baru saja mengalami suatu penyakit
yang luar biasa berat untuk anak seusianya. yang terlukis di wajahnya adalah
sukacita. Sungguh ini suatu mujizat. Saya langsung memeluk anak saya sambil
berkata: "Terima kasih Tuhan," urainya. Sejenak diajaknya anaknya berdoa
bersama. Mengucap syukur atas kesembuhan yang hanya datang dari Allah.
"Tuhan sudah mendengar doa saya," ujarnya saat itu. Setia Melayani

Sejak kejadian itu, ia berjanji akan setia melayani Tuhan.

"Saya ingin menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan itu sungguh baik
adanya," tukasnya. Ternyata badai itu belum berlalu. Sang suami belum
merestui kemauannya untuk kembali ke gereja. Apalagi harus membawa
anak-anaknya.

"Terpaksa dulu saya berbohong. Membawa anak-anak dengan alasan nonton,
renang, jalan-jalan, dan macam-macam. Padahal sebelum atau sesudah kegiatan
itu kami ke gereja. Habis kalau tidak begitu, mana bisa saya ke gereja,"
kilahnya.

Kami, lanjutnya, harus main petak umpet. Alkitab dulu biasanya disimpan.
Bacanya juga menunggu Jamal pergi.

"Terus terang saya tersiksa dengan keadaan seperti itu," akunya. Tapi ia
sudah punya komitmen, bahwa ia tidak akan menjual Tuhan Yesus karena apa pun
juga. Lama-kelamaan Jamal mulai berubah. Ia semakin menghargai saya. Ia
pernah mengatakan tidak melarang saya atau anak-anak ke gereja.

"Sukacita sekali saat saya mendengar itu," cetusnya.

Lydia memang punya komitmen bahwa anak-anak harus ikut ibunya. Walaupun dua
anaknya bersekolah di Al-Azhar, tapi setiap Minggu, mereka pasti ke gereja.

"Ketika saya mulai pelayanan pun, Jamal tidak melarang. Ia cuma katakan
sebaiknya pelayanan di dalam kota saja. Tidak usah sampai ke luar kota,"
jelasnya.


Isu Dis-Harmoni

Isu yang sempat menerpa pemeran "Merry" dalam sinetron "Gara-Gara" bersama
Jimmy dan Sion Gideon ini adalah disharmoni keluarga. Bahkan dikabarkan
kehidupan rumah tangganya retak. Ketika dikonfirmasikan dengan tegas Lydia
mengatakan tidak benar demikian. "Jamal itu punya kasih. Bahkan mungkin
lebih baik dari orang Kristen sendiri. Ia takut akan Tuhan. Pada dasarnya,
ia ingin dihargai, oleh sebab itu ia pun tahu harus menghargai orang lain
yang berbeda dengan dia," ungkapnya.

Lalu apakah Jamal mendukung pelayanan Lydia yang nampaknya kian hari
intensitasnya kian padat?

"Mendukung tidak, melarang juga tidak," ujarnya. Saat ditanya apakah pernah
ribut-ribut soal agama di rumah, ia menjawab, "Tidak. Tidak pernah. Kami
tidak mau mempersoalkan agama. Itu hak masing-masing. Lydia juga menambahkan
kalau akhir-akhir ini Jamal sering tanya-tanya tentang firman Tuhan. Bahkan
Jamal beberapa kali meminta Lydia membacakan Alkitab sebelum tidur. "Kalau
saya marah, Jamal selalu mengingatkan, katanya "kasih," jelasnya. Apakah
suatu hari Jamal akan masuk Kristen? "Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,"
tutur Lydia menutup perbincangan.

11 May 2009

Wanita Cacat Spektakuler

Sumber Kesaksian: Maria Beatrix

Namaku Maria Beatrix. Aku lahir tahun 1980, aku waktu itu sehat sekali dan aku baik-baik aja, sebagai bayi atau anak kecil yang sehat. Lalu pada umur 5 aku mulai terkena satu penyakit yang menyerang sistem kekebalan yang terkena pada otot dan kulitku. Aku dah mulai susah jongkok, mulai jatuh melulu kalau jalan, terus muka aku merah-merah dan aku gampang lesu banget. Orang tuaku bawa ke dokter disini dulu, terus bawa ke pokter di luar negeri, cek ini itu, dan ternyata ditemukan pernyakit itu dan yang nggak enaknya banget penyakit itu ternyata belum ada obatnya.

Ibunda Maria: "Saya mempunyai semangat luar biasa. Saya ingin anak saya sembuh. Saya akan melakukan apapun juga sekuat tenaga saya"

Setelah itu aku masih coba sekolah dalam satu tahun, tapi semua itu terus nggak bisa dilanjutin lagi. Dramatis banget. Aku sudah mulai nggak bisa jalan dan dokter juga bilang kalo aku nggak boleh kena matahari karena itu bisa jadi pemicu parah banget. Jadinya aku berhenti sekolah. Aku umur 8 atau 9, kulit aku kayak borok tapi satu badan. Sampai kulit kepalaku juga merah dan mengelupas setiap hari. Berdarah dan asli, perih banget. Diri aku buruk rupa dulu. Aku ngelihat di kaca, aku sendiri sampai merinding. Aku nggak mau lihat diri aku di kaca karena sangat menakutkan dan menyedihkan. Setiap kali orang lihat aku juga mereka melihat terus habis itu mereka membuang muka karena mereka tahu itu mengerikan dan mereka bilang ih jangan deket-deket nanti nular lho.

Kadang aku marah ama Tuhan, aku nggak mau doa. Empat tahun atau lima tahun aku pikir omong kosonglah berdoa, ngapain berdoa, berdoapun nggak didengar. Nangispun nggak didengar. Orang membenci aku. Diriku terus terang waktu itu, maaf, bau. Sakit bukan main. Aku mau mati aja, aku nggak mau hidup.

Maria Beatrix hadir di studio SOLUSI dalam kondisi yang jauh berbeda dari kisahnya diatas.....Apa yang mengubah Maria?

Host: "Maria, kamu kan sempat mengalami putus asa. Sekarang kamu terlihat berbeda, ada semangat dan sukacita. Kok bisa begitu?"

Tuhan Yesus yang memberikan semuanya. Dia yang merubahkan, Dia yang menambahkan dan yang memberi segala yang baik untuk aku. Dulu aku nggak ada pengertian, hanya ada ketakutan, putus asa. Sekarang digantikan dengan pengharapan, janji yang indah dan terpenuhi dan kesehatan yang dikembalikan. Walau aku tidak berjalan. Tapi pikiran aku dan hati aku berjalan dengan keinginanNya. Itu yang terpenting.

Host: "Tadi kamu cerita sempat 5 tahun kecewa sama Tuhan. Boleh kita tahu siapa orang-orang yang mendorong kamu sampai kamu jadi bangkit?"

Orang-orang banyak. Mama, saudara, semua. Tapi aku menemukan pengertian itu lalu aku baik sama Tuhan. Tapi kemudian ada banyak pencobaan lagi. Tapi terakhir ini Tuhan memberikan orang yang bisa menyayangi aku yang tadinya aku pikir nggak mungkin ada orang menyayangi aku. Tapi dia mau care, dia mau datang, dia mau angkat aku dan menerima aku apa adanya. Dan itu sebuah anugerah yang wow, yang luar biasa.

Host: "Kalau perubahan yang dialami Maria sendiri, Maria kan sempat tidak bisa apa-apa, tidak bisa keluar rumah dan sakit kena matahari. Sekarang merasa perubahan nggak?"

Oh banyak banget, mangkanya sekarang happy banget. Satu bisa kena matahari, dua bisa berenang....

Host: "Oh ya?"

Iya. Justru karena ketemu Michael, dia mendorong aku untuk berenang, dia mengajari aku berenang. Habis berenang aku sudah bisa kena matahari. Dulu semua yang tidak mungkin sekarang mungkin karena Tuhan menunjuk orang yang tepat, orang yang tepat itu mengurus aku, dan aku punya keberanian dan semangat yang Tuhan tanamkan dan percaya diri juga. Dan kulit aku sekarang, walau banyak bulu, it's okay. Kalau kita bahagia dengan diri kita, bahagia dengan Tuhan Yesus, kita bahagia dengan semua orang, maka Tuhan Yesus akan memberikan yang terbaik untuk semuanya.

Host: "Kamu sekarang suka bikin karya seni sendiri ya?"

Iya. Saya suka bikin kristik, kerajinan tangan, bikin sarung bantal. Dulu kan sempat putus asa karena nggak bisa kerja dan nggak bisa ngerjain sesuatu. Tapi balik lagi, dalam proses itu Tuhan Yesus membuat aku punya taste dan bisa menikmati. Dan itu yang terpenting. Orang bisa melihat bahwa Tuhan Yesus membuahkan yang terbaik. Kalau kita bekerja terlalu keras tanpa menikmatinya Tuhan dan orag-orang juga nggak suka. Tuhan Yesus yang bekerja dalam saya, murni.

Dalam percakapan ini, Michael, kekasih Maria yang merupakan warga negara Inggris dihubungi SOLUSI lewat telepon untuk ikut berbincang bersama Maria dan host.

Host: "Michael, bisakah bercerita kepada kami tentang hubungan anda dengan Maria?"

Michael: "Ya tentu saja. Saya menemukannya di internet. Saya menulis kepada dia awalnya untuk menjadi teman biasa. Kemudian dia membalas, dan begitu selanjutnya sampai 6 bulan. Lalu ketika Maria ulang tahun, saya memutuskan untuk datang ke Jakarta. Ketika pertama kali bertemu dengannya, saya pergi ke gereja bersamanya untuk pertama kali. Untuk orang yang memiliki banyak keterbatasan seperti dia, saya melihatnya sebagai orang yang begitu bahagia dan penuh iman. Saya tidak bisa untuk tidak sangat menyukainya. Saya kemudian pulang pergi ke Jakarta sebanyak 5 kali dan kami sering ke gereja bersama termasuk waktu di Bali. Bersamanya membuat saya tenang. Dia juga cantik. Kurang lebih begitulah pertemuan kami.

Host: "Jadi sekarang apa hubungan anda dengan Maria?"

Michael: "saya benar-benar mencintainya sekarang. Saya sebelumnya tidak sadar itu. Bahkan saya pernah menduduki kakinya suatu kali, saya tau itu pasti menyakitkan dia, dan lebih menyakitkan saya. Lalu kemudian saya sadar bahwa saya mencintainya sekarang.

Host: "Sungguhkah?"

Michael: "Iya"

Host: "Apakah anda punya rencana masa depan dengan Maria?"

Michael: "Ya, saya punya. Tergantung pihak yang berwenang di Jakarta. Saya akan terus mengunjungi Jakarta. Di waktu yang dekat ini, saya akan datang Januari, dan itu kembali tepat saat ulang tahun Maria. Saya punya rumah disini yang disewa oleh sebuah keluarga muda dengan anak kecil. Saya berjanji tidak akan menjual rumah itu sampai anak-anak tersebut bisa tumbuh besar. Tapi kalau mereka sudah besar, saya bisa menjual rumah itu, mengambil uangnya dan pergi menetap di Jakarta.

Host: "Ini giiran kamu Maria. Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu pada Michael?"

Michael akhirnya... apa kabar?

Michael: "Baik sekali, senang mendengar suaramu. Saya senang kamu baik-baik saja. Saya mendoakanmu di gereja kemaren.

Terimakasih, doamu sudah bekerja tampaknya dan saya ada disini sekarang tanpa rasa sakit dan saya bahagia dan tak sabar menunggu sampai Januari. Dan saya bahagia bisa bicara dengan kamu. Dan terimakasih sudah membuat semua ceria dan kamu mengasihiku.

Michael: "Dengan senang hati..."

Kamu juga sudah kemari lima kali, dan mau mengasihi orang seperti aku... itu tidak mudah untuk sebagian orang, tapi kamu menunjukkannya tanpa ada keraguan. Kamupun percaya padaku dan pada Yesus dan itu bagus sekali, terimkasih.

Michael:"Kamulah yang membuat imanku makin kuat"

Oh, itu manis sekali

Michael: "Kamu adalah teladan yang baik".

Ya, kamu juga...

Host: "Maria, terimakasih sudah hadir di SOLUSI. Apa Maria punya pesan yang ingin disampaikan kepada orang tua yang memiliki anak yang cacat fisiknya atau kepada orang-orang yang secara fisik emang sudah cacat?

Ya, ada. Jangan malu. Tuhan menciptakan kita indah, dan kita semua special, dengan kelebihan dan kekurangan kita masing-masing. Ada orang yang cantik tapi dia tidak bahagia, ada orang yang tidak cantik tapi tidak bahagia, ada orang yang berjuang tapi dia bahagia, ada orang yag kalah tapi tahu dia akan menang. Orang tua jangan pernah malu kalau anaknya sakit, dan anak juga jangan malu keluar kalau dia sakit, tapi keluarlah, karena Tuhan yang membuat kita indah, dan gunakan juga talenta kita. Itu akan menjadi baik buat kita semua.

Yesaya 43:4a "Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau..."

sumber : jawaban.com

Ramalan Hanya Hancurkan Hidupku

Ramalan, bagi banyak orang hal ini adalah sebuah jalan pintas untuk mencari kepastian hidup. Namun apakah benar ramalan memberikan kepastian bagi Anda? Ternyata tidak, inilah yang akhirnya disadari oleh Tan Dawny.

Tan Dawny atau lebih sering di panggil Awny, dibesarkan dalam sebuah keluarga yang sangat kental dengan tradisi pergi ke peramal. Jika tidak pergi ke peramal terlebih dahulu, Awny merasa tidak percaya diri. Berbagai ritual dijalaninya untuk mencari berkat yang entah dari mana asalnya.

Hingga satu titik, Awny diramalkan akan meninggal dunia pada umur 29 tahun.

"Waktu itu saya berumur 27 tahun. Saya diultimatum bahwa umur saya tidak akan panjang. Hanya sampai umur 29 tahun. Saya mengalami hal yang sangat menakutkan. Karena akan tiba waktunya saya akan mengalami bencana yang tidak bisa saya hindari. Saya tidak siap dengan kematian, karena selama saya hidup, saya tidak melakukan apa-apa. Saya juga tidak tahu apakah saya akan ke surga atau ke neraka. Saya tidak tahu arah hidup saya akan kemana."

Berbagai cara dilakukan Awy untuk tetap hidup.

"Sampai saya harus vegetarian, saya lakukan untuk bisa berumur panjang. Apa yang menurut orang baik, itu saya lakukan. Sampai satu titik saya tidak menemukan apa tujuan hidup saya. Akhirnya hal itu membawa saya kepada kekosongan. Hal itu membuat saya menjadi orang yang mudah kecewa, kepahitan, dan mudah marah. Segala sesuatu saya lakukan dengan emosional. Saya melakukan aktifitas juga tidak bisa konsentrasi penuh, karena saya selalu dibayang-bayangi ketakutan akan kematian saya. Saya hanya memikirkan itu, hingga saya mengalami stress. Pada saat itu saya merasa menyesal karena harus mendengar ramalan itu, jika saya tidak mendengar ramalan tersebut mungkin semangat hidup saya tidak berubah. Saat saya karena mendengar ramalan tersebut, mau bilang tidak percaya, namun ada ketakutan dalam hidup saya. Apakah saya akan mengalami kematian seperti yang dikatakan peramal itu. Hingga akhirnya saya bisa melewati hal tersebut dan mencapai umur 29 tahun."

Karena hal tersebut, mulai ada kebimbangan dalam hati Awny. Selain itu, pada tahun 1998 itu, usaha yang ia banggakan, hancur dalam sekejab mata.

"Saya memiliki kebanggaan tersendiri atas usaha saya. Ada suatu kepuasan tersendiri ketika saya bisa berhasil melakukan sesuatu tanpa campur tangan orang tua. Namun apa yang saya bangun dari tahun 1996 hingga 1998 itu sia-sia. Apa yang sudah saya peroleh dalam dua tahun itu kembali lagi ke nol. Semua di luar kemampuan. Pada saat terjadi bencana atas usaha saya, saya merasa tidak ada pertolongan. Karena saya tidak memiliki apa-apa lagi, saat itu saya baru merasa, bahwa saya tidak bisa melakukan segala sesuatunya dengan kekuatan saya sendiri."

Tanpa Awny sadari, ada kekuatan yang lebih besar, yang melebihi kekuatannya sendiri. Dan kekuatan itulah yang bisa mengisi kehampaan dalam hidupnya.

"Saya diperkenalkan dan diajak ke sebuah seminar. Karena saya ada rasa ingin tahu saja, saya masuk ke seminar itu. Dan saya merasa ada sesuatu yang bicara kepada saya, ‘Bukan engkau yang memilih Aku, tapi Aku yang memilih Engkau. Di situ saya merasa ada panggilan hidup. Ada getaran-getaran seperti suatu urapan. Dan saya mengalami suatu kelepasan, sewaktu didoakan. Dan ketika saya bangun, saya merasakan sukacita yang luar biasa. Dan saya mulai bisa menyembah Tuhan. Itulah awal pengenalan saya dengan Tuhan. Itu hal yang tidak bisa saya beli. Itu semua yang saya tidak temukan sejak saya kecil, hingga saya berumur 33 tahun itu. Ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang tidak pernah saya bisa rasakan. Itu adalah saat saya disentuh dengan urapan Tuhan. Baru hari itu saya mengerti, oo.. ini datangnya dari Kristus dan bukan dari kuasa lain."

Sesuatu yang sangat berharga telah Awy temukan dalam hidupnya. Kasih Tuhan telah merubah seluruh kehidupan Awny.

"Waktu dulu saya belum mengenal Tuhan, saya tidak memiliki prinsip hidup. Apa yang orang katakan, itu yang saya ikuti. Ketika saya di dalam Tuhan, saya memiliki tujuan hidup. Hidup saya begitu berarti, bukan untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk orang lain, berarti juga untuk keluarga dan orang-orang di sekitar saya. Saya merasakan selama ini kasih Tuhan sudah memenuhi seluruh hidup saya. Segala sesuatu yang saya lakukan sesuai dengan firman Tuhan, itu tidak pernah sia-sia," demikian Tan Dawny menutup kesaksiannya dengan penuh kepastian. (Kisah ini sudah ditayangkan 21 Januari 2009 dalam acara Solusi Life di O"Channel).

sumber : jawaban.com

Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya


Kisah nyata tentang kehidupan gadis kecil yang bernama Olivia

Pengantar Redaksi: Dalam terbitan Warta RC minggu lalu dimuat suatu ucapan belasungkawa atas berpulangnya Olivia Laurencia, 10 tahun, keponakan dari Jelly Lim, anggota Dewan Paroki Regina Caeli. Banyak Warga RC yang menyempatkan diri melayat di rumah duka ikut menitikkan air mata tapi sekaligus diteguhkan iman mereka mendengar kisah hidup Olivia yang berjuang melawan penyakitnya sejak usia satu setengah tahun. Berikut adalah kesaksian yang ditulis oleh salah seorang kerabatnya. Semoga kesaksian ini membawa kita pada permenungan yang mendalam tentang makna hidup kita masing-masing.
Tiga Juli 1999, tangis bayi memecah kesunyian. Sang bayi mungil lahir ke dunia membawa kebahagiaan bagi pasangan Jimmy dan Aiwan. Kulit putih kemerah-merahan, mata yang sungguh indah, bahkan ia memiliki bobot tubuh yang cukup besar dibandingkan ukuran normal bayi yang baru lahir. Semua orang yang melihat memuji sang bayi cantik yang kemudian diberi nama Olivia Laurencia dengan nama kecil Ping Ping ini. Yah, ini adalah mahakarya yang sungguh indah dari Tuhan bagi keluarga muda itu.
Sang bayi mungil tumbuh cepat dan makin cantik dari waktu ke waktu. Babak baru kehidupannya dimulai ketika umur satu setengah tahun. Saat anggota keluarga yang lain melihat adanya kelainan penglihatan pada Oliv kecil, segera mereka memeriksakannya ke dokter. Bagaikan disambar petir mereka harus menerima kenyataan bahwa Olivia divonis menderita kanker mata, atau istilah kedokterannya penyakit Retina Blastoma. “Biasanya untuk penyakit begini umurnya paling sekitar 2 tahun lagi,” demikian kata sang dokter yang terus terngiang-ngiang di ingatan orangtuanya.

Bergelut dengan Pengobatan

Berbagai pengobatan mulai dijalani, bahkan pengobatan sampai ke luar negeri. Dokter menyarankan agar bola mata kiri yang terkena kanker segera diangkat. Namun sang papa bersikeras untuk tidak mengambil jalan itu. “Dia seorang anak gadis, bagaimana dia menghadapi hidupnya kelak dengan mata palsunya. Jalan ini juga tidak bisa menjamin 100% sel kanker itu hilang begitu saja. Mata dia sungguh indah, semua orang juga mengakuinya,” berontak sang papa. Akhirnya dipakailah cara kemotherapy untuk mematikan sel-sel kanker yang telah tumbuh itu. Saat sang putri kesayangan teriak menahan sakit yang dideritanya, sang papa tidak kuat menerima kenyataan itu bahkan ia membenturkan kepalanya sendiri ke dinding.
Menurut pengakuannya meski sudah dibaptis dan menjadi pengikut Kristus, Jimmy dan Aiwan belum menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya. Untuk pergi ke gereja pun kadang masih agak ogah-ogahan. Tepatnya hanya menjadi umat yang biasa-biasa saja. Dalam mimpinya suatu malam Jimmy didatangi oleh malaikat yang membawa sebuah maklumat berisi hanya satu kata ‘BAPTIS’. Setelah menceritakan kepada saudaranya, saudaranya itu memberikan masukan “baptis berarti kamu mesti bertobat!”. Sambil tetap menjalani pengobatan, kondisi Olivia mengantar papa dan mamanya lebih rajin dalam berdoa dan mengikuti persekutuan. Mereka lebih berpasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Mereka bertumbuh dalam iman di tengah penyakit yang diderita Olivia.
Di sela-sela kesibukan mengurusi pengobatan Olivia, Allah mendatangkan penghibur di keluarga ini. Seorang anak pemberian Tuhan hadir di tengah mereka. Sang adik kecil itu kemudian diberi nama Yohanes Natanael. Setidaknya ini adalah suatu penghiburan di tengah kesedihan mereka.
Olivia sempat menjalani dua kali kemotherapy yang membuat kondisi fisiknya drop. Saat ia drop dan trombosit dalam tubuhnya turun, sang papa dan pamannya dengan kondisi was-was musti siap mengantri sepanjang hari untuk mendapatkan bantuan darah di PMI. Demikian sepanjang hidupnya Olivia menjalani pengobatan. Biasanya setelah therapy ia mengalami kerontokan rambut hingga botak sama sekali. Dengan fisik yang demikian Olivia tidak pernah merasa rendah diri. Ia tetap menjadi anak yang periang. Bahkan di sekolah ia termasuk salah satu murid yang memiliki prestasi yang cemerlang. Seluruh keluarga besar sangat menyayangi dan memberi perhatian penuh kepadanya. Saat ilmu kedokteran sudah angkat tangan dan hanya memberikan harapan kosong atas kesembuhannya, seluruh keluarga tidak berputus asa. Berbagai pengobatan alternatif dijalani. Pantangan-pantangan makanan selalu dituruti oleh gadis kecil ini. Obat-obatan dari berbagai bentuk dan rasa yang sungguh merusak indra pengecapan juga dilahap dengan pasrah.


Membawa kepada Kristus

Dalam kondisi demikian, Oliv kecil sungguh bergantung pada Tuhan Yesus. Setiap pagi saat jam dinding baru menunjukkan pukul 04.00, bagai jam weker Olivia membangunkan orangtuanya untuk mengajak doa pagi. Ketika melihat papanya bersedih hati, Olivia selalu berujar “Smile”. Dengan polosnya Olivia berujar dan mengajarkan papanya “Dalam masalah apa pun kita harus selalu smile.” Imannya kepada Yesus itu membuat ia boleh dibilang tak pernah mengeluh soal penyakit yang dideritanya. Ia bahkan tak pernah menangis karena penyakit itu.
Iman Olivia ini menghantarkan sang kakek, nenek, om, tante yang belum mengenal Kristus menjadi orang-orang percaya. Ketegaran Olivia membuat mereka semua merasakan bahwa Yesus sungguh ada bersama Olivia. Hal itu pula yang kemudian mendorong keluarga besarnya semakin berpasrah pada Yesus. Bahkan mereka kemudian terjun aktif dalam kegiatan rohani di lingkungannya. Sungguh inilah karya besar yang ditinggalkannya.
Bulan-bulan terakhir menjelang ajalnya ia menunjukkan kasihnya yang luar biasa kepada keluarganya, terutama kepada adik kecilnya. Ia berujar kepada sang mama “Kan Oliv mau jadi peri yang baik hati”. Natal dan malam Tahun Baru 31 Desember 2008, meskipun menahan sakit kepala yang belakangan selalu menyerangnya, ia berusaha tetap ceria. Saat acara tukar kado bersama jemaat Gereja, ia juga masih selalu bercanda dengan semua orang. Beberapa hari kemudian, 4 Januari 2009, saat sakit kepala yang semakin parah dan disertai dengan muntah-muntah, keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah sakit. Semakin lama kondisi fisiknya semakin parah. Tubuhnya bahkan sudah sulit untuk menerima asupan makanan. Hal yang ditakutkan pun terjadi. Hasil MRI menunjukkan sel kanker yang sudah membutakan mata kirinya telah menjalar sampai ke otak bahkan ke seluruh tubuhnya.


“Terimakasih Tuhan Yesus”

Setiap hari ia hanya bisa terbaring lemas dan tertidur. Saat ia terbangun, kesakitan yang sungguh luar biasa dialaminya.. Ia hanya bisa berteriak, “Aduh sakit, sakit sekali Tuhan…”. Sang mama yang tidak kuat melihat penderitaan putrinya mengatakan, “Kalau sakit sekali, menangis saja Oliv,” tapi anak ini sungguh kuat. Dia tidak pernah mau menangisi kesakitannya. Orang tuanya kembali dikuatkan dan diajarkan untuk tetap tegar dalam segala masalah, walaupun itu tidak mengenakkan. Kesakitannya semakin memuncak, bahkan obat penahan sakit yang diberikan dokter sudah tidak bisa menghilangkan rasa sakit itu. Dua malam menjelang ajalnya, Oliv yang bulan Juli mendatang genap berumur 10 tahun berdoa penuh iman. “Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu, Oliv percaya Oliv sudah sembuh, Oliv sudah dipulihkan. Tidak ada satu penyakit apa pun di badan Oliv, dari ujung rambut sampai ujung kaki Oliv, karena sudah Engkau tebus di kayu salib. Tuhan berkati Oliv, Tuhan ampuni semua dosa Oliv, terima kasih Tuhan, Haleluya, Amin...” Sebuah doa yang sungguh indah dan penuh makna. Doa seorang anak yang sungguh mencintai dan mengimani Yesus.

Saat malam terakhir ia bahkan sempat meminta sang papa yang memang sangat dekat dengannya untuk memeluk, menurunkannya dari ranjang pasien dan memangkunya. Dia meminta kepada semua orang dan keluarga yang mengunjunginya untuk senantiasa berdoa dan mendoakannya sepanjang malam itu. Detik-detik maut semakin mendekatinya. Dalam kesakitan yang sudah tidak tertahan, kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya “Sakit sekali ya Tuhan, Oliv sudah tidak tahan lagi…” kemudian kepalanya jatuh terkulai sambil berucap “Trima kasih Tuhan Yesus” . Kemudian ia sudah tidak sadarkan diri, tubuhnya mulai kejang-kejang. Saat sang papa membisikkan ke telinganya “Papa merelakan Oliv pergi, karena papa percaya di surga penuh damai sejahtera dari pada di dunia dengan menanggung penderitaan. Saat Oliv bertemu dengan Yesus dan Yesus ingin memegang tangan Oliv, segeralah sambut tangan-Nya. Selamat jalan Oliv kami semua merelakan Oliv.” Dalam kondisi yang sudah ‘koma’ Olivia meneteskan airmata.
Sesaat setelah itu, bergantian istri pendeta memegang tangan Oliv sambil membisikkan di telinganya, “Kalau Oliv sudah bertemu Tuhan Yesus, Oliv genggam kencang tangan tante yah.." Dalam keadaan ‘koma’ itu ia benar2 menggenggam tangan itu dan tak lama kemudian Oliv kecil pun pergi untuk selamanya dengan perlahan, tenang dan damai. Dua belas Januari 2009, pukul 15.45.

Tugasnya sudah selesai

Kedua orang tuanya tentu sedih dengan kepergiannya. Tapi mereka mengimani bahwa Olivia sudah bahagia di surga selamanya. Mereka berusaha menahan tetesan airmata dan merelakan kepergiannya. Mereka berusaha meneladani apa yang selalu dikatakan Olivia selama hidupnya, bahwa “Segala sesuatu ada waktunya; selalu tersenyumlah dalam segala hal; tetap kuat dan tegar dalam pergumulan; berserah dirilah kepada Tuhan Yesus, karena Dia akan memberikan jalan terbaik dan selalu mengasihi kita”.
Jasadnya sudah terbaring kaku, tapi ia terlihat seperti hanya tertidur. Semua pelayat yang melihat, memuji Olivia bagaikan peri kecil cantik yang tertidur pulas. Wajah dan kulitnya putih bersih. Bibir kecilnya menyunggingkan senyum kecil bahagia. Salah satu mata yang tadinya agak cekung karena sel kanker sudah menggerogoti dan membutakan mata kirinya bahkan terlihat normal kembali. Ia benar-benar seperti tertidur. Semua mengimani, saat ajal menjemputnya Tuhan terlebih dahulu memulihkan fisiknya. Keluarga besarnya juga mengimani bahwa Olivia adalah penolong yang diberikan Tuhan di tengah-tengah keluarga mereka. Melalui sakit yang dideritanya satu persatu anggota keluarga besarnya bertobat dan menerima Kristus. Tugas malaikat kecil ini sudah selesai, maka ia kembali dipanggil Bapa ke surga..
Bahkan saat pemakamannya, di tengah-tengah cuaca yang sepanjang hari dipenuhi hujan deras, ketika kebaktian pamakaman dimulai, dan ketika sang pemimpin Ibadat menyerukan “Semoga prosesi pemakaman ini diliputi dengan cuaca cerah… Tuhan, walaupun kami tidak dapat melihat dengan mata kami tapi kami yakin Tuhan hadir di tempat ini,” detik itu juga, gemuruh guntur berbunyi seakan langit menjawab. Dan hujan yang sepanjang hari menyelimuti bumi, seketika berhenti. Semua yang menghantar ke pemakaman ini dengan tertegun berujar dalam hati, “Sungguh ia benar-benar dikasihi Tuhan”.
Segalanya berjalan lancar, kepergian sang malaikat kecil bahkan didoakan dan dihantar oleh beratus-ratus pelayat. Walaupun Olivia sudah tidak ada di dunia, tapi karyanya dalam dunia sungguh selalu akan dikenang. Karena bukan diukur dari berapa lama kita tinggal di dunia, tetapi seberapa berartinya hidup yang kita jalani.

Selamat jalan Olivia, doa kami menyertaimu selalu. Dan kami percaya, engkau juga senantiasa mendoakan kami dari sana.

29 January 2009

Film-2 yang akan sukses di tahun 2009

Kami kutip dari Yahoo! Movie, berikut ada 22 film yang diprediksi bakal sukses tahun ini:

01. Watchmen
02. Monsters vs Aliens
03. Fast & Furios
04. X-Men Origins: Wolverine
05. Startrek
06. Angels & Demons
07. Night at the Museum: Battle of the Smithsonian
08. Terminator Salvation
09. Up
10. Land of Lost
11. Transformers: Revenge of the Fallen
12. Ice Age Dawn of The Dinosaurs
13. Public Enemies
14. Harry Potter and the Half Blood Prince
15. Funny People
16. G.I. Joe: Rise of Cobra
17. Inglorious Basterds
18. Where the Wild Things Are
19. The Wolfman
20. Sherlock Holmes
21. Avatar
22. The Princess and the Frog

                     

28 January 2009

10 Olahraga Aneh di Dunia

Berikut ini adalah olahraga - olahraga aneh dari penjuru dunia, yang mungkin kita baru mengetahuinya.

01. Chess Boxing.


Penggabungan 2 olahraga yakni Tinju dan Main Catur. . . .artinya udah bonyok malah disuruh mikir.

02.Kejuaraan Dunia Mengangkat Istri Sendiri


Caranya kita angkat istri kita di pundak dengan posisi terbalik, siapa yang mencapai garis finis duluan ialah pemenangnya, cool !

03. Kejuaraan suit, Batu ! Gunting ! Kertas !


he he he ada ada saja, ternyata ada organisasinya lho yakni
The U. S. Association of Rock Paper Scissors ( USARPS ) pertandingan kuno ini telah menjadi Liga sejak tahun 2006. Atlitnya badannya gede pertandingannya ? Batu! Gunting! Kertas ! apa gak cemen tuh . . .

04. Pria melawan Kuda


Olahraga ini berasal dari negara Wales, Inggris Raya. aturannya adalah dengan cara berlari melintasi pedesaan, siapa yang mengalahkan penumpang kuda pertama ialah pemenangnya.

05. Menyelam dalam kubangan lumpur


Aturannya adalah, setiap orang diharuskan menyelam dalam kubangan lumpur sejauh 60 yard, siapa yang mencatatkan waktu tercepat, ialah pemenangnya.Rekor dunia tercepat adalah 1 menit 35 detik dipegang oleh Phillip John asal Inggris.

06. Mengejar Keju






berasal dari Inggris, setiap orang diharuskan mengejar keju yang dilempar diatas bukit dengan kemiringan bisa membuat setiap orang terjungkil balik untuk mendapatkannya. Pemenangny mendapatkan aplaus tepuk tangan yang meriah dan tentunya sepotong keju.

07.  Buzkashi: Seperti Polo tetapi menggunakan bola dari kepala kambing


Berasal dari Afghanistan, pernah tuh dalam film Rambo III dimainkan. . .


08. Hockey dengan sepeda satu roda

Bagaimana caranya agar olahraga hockey menjadi lebih sulit ? inilah caranya dengan menggunakan sepeda roda satu ! erasal dari kanada.

09. Sepak Takraw.


Permainan asli Indonesia, dimainkan oleh enam orang dibagi dalam dua kelompok. Permainan ini menggabungkan tiga jenis olahraga yakni sepakbola, Bola voli dan senam menggunakan bola berukuran 6" dari Rotan. bahkan seorang didier drogba pun gak yakin bisa melakukan olah raga ini.